Penayangan bulan lalu

Rabu, 08 Juni 2011

oceans

to really knows what oceans is :
you have to see it yourself
you have to hear it and taste it
you have to feel his power

and to really know what ocean is,you have to live it
:)

Senin, 18 April 2011

apa itu terumbu karang?


Apa itu terumbu karang?

Terumbu karang, mengingatkan kita pada keindahan kehidupan di perairan pantai tropis, yang tersusun atas berbagai hewan dan tumbuhan dengan warna, bentuk dan ukuran yang bervariasi. terumbu karang adalah salah satu ekosistem di permukaan bumi ini yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi.  Tingginya keanekaragaman jenis di terumbu karang karena tingginya produktivitas primer di daerah tersebut, yaitu dapat mencapai10.000 gr C/m2/yr, bila dibandingkan dengan produktivitas laut lepas hanya berkisar 50-100 gr C/m2/yr. sehingga banyak yang mengatakan kalau suatu wilayah samudra yang kaya itu adalah yang memiliki terumbu. Organisme yang dapat kita temukan di terumbu karang antara lain; Pisces (berbagai jenis ikan), Crustacea (udang, kepiting), Moluska (kerang, keong, cumi-cumi, gurita), Echinodermata (bulu babi, bintang laut, timun laut, lili laut, bintang mengular), Polychaeta (cacing laut), Sponge, Makroalga (Sargasum, Padina, Halimeda) dan terutama hewan karang (Anthozoa). Tapi mungkin banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa makhluk-makhluk ini, yang menyerupai padang rumput diantara batu warna-warni dan berbagai potongan rumput laut, sebenarnya adalah hewan. 

Siapa saja kah penyusun dari terumbu karang itu?

Hewan karang atau  reef corals (Anthozoa) merupakan penyusun utama terumbu karang (coral reefs), karena mampu membuat "bangunan" dari pengendapan kalsium karbonat (CaCO3).  Tidak semua anggota Kelas Anthozoa (Filum Cnidaria) dapat membentuk terumbu, hanya dari kelompok hermatypic coral (ordo Scleractinia), sedangkan yang tidak membentuk karang disebut ahermatypic coral (misalnya: anemon, soft coral, akar bahar).  Kelompok hermatypic coral tersebut hidupnya bersimbiosis dengan alga bersel satu zooxanthellae (Symbiodinium microadriaticum) yang berada pada sel di lapisan endodermis.  Hasil samping dari proses fotosintesa zooxanthellae adalah endapan kalsium karbonat yang  menjadi berbagai bentuk dan struktur yang khas tergantung dari jenis inang (host) hewan karang.  Semakin maksimal proses fotosintesa zooxanthellae, maka semakin maksimal pula kalsium karbonat yang dapat diendapkan, berarti semakin cepat proses pertumbuhan hewan karang.
Karang hermatipik, yang umumnya didominasi oleh Ordo Scleractinia, memiliki alga simbion atau zooxanthellae yang hidup di lapisan gastrodermis. Di lapisan ini, zooxanthellae sangat berperan membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi dan oksigen bagi hewan karang melalui proses fotosintesis . Zooxanthellae merupakan istilah umum bagi alga simbion dari kelompok dinoflagellata yang hidup di dalam jaringan hewan lain, termasuk karang, anemon, moluska, dan taksa hewan yang lain.

Hubungan yang erat (simbiosis) antara hewan karang dan zooxanthellae dapat dikategorikan sebagai simbiosis mutualisme, karena hewan karang menyediakan tempat berlindung bagi zooxanthellae dan memasok secara rutin kebutuhan bahan-bahan anorganik yang diperlukan untuk fotosintesis, sedangkan hewan karang diuntungkan dengan tersedianya oksigen dan bahan-bahan organik dari zooxanthellae.
Peran alga simbion (zooxanthellae) dalam menyokong pertumbuhan karang.  Koloni karang baru akan berkembang, jika polip karang melakukan perkembangbiakan secara aseksual, budding dan fragmentation. Melalui proses budding, koloni karang berkembang melalui dua cara yaitu intratentacular budding dan extratentacular budding. Intratentacular budding terjadi apabila pertambahan polip berasal dari satu polip yang terbelah menjadi dua, sedangkan extratentacular budding terjadi jika tumbuh satu mulut polip bertentakel pada ruang kosong antara polip satu dan polip lain. Selain itu, koloni baru dapat berkembang dari patahan karang yang terpisah dari koloni induk akibat gelombang atau aksi fisik lain, bila patahan tersebut melekatkan diri pada substrat keras dan tumbuh melalui mekanisme budding.
Mekanisme pembentukan koloni karang melalui proses budding Perkembangan terumbu karang secara umum dikendalikan oleh sejumlah faktor utama yang bekerja dalam skala ruang yang bersifat makro (global), meso (regional), dan mikro (pulau). Ketiga faktor kendali utama tersebut terdiri atas faktor-faktor lingkungan yang dijabarkan sebagai berikut:
·        Makro (global) :
1.      Paras muka laut
2.      Gaya tektonik
·        Meso (regional) :
1.      Suhu
2.      Salinitas
3.      Energy gelombang
·        Mikro (pulau)
1.      Cahaya
2.      Nutrient
3.      Sedimen
4.      Tofografi msa lampau



Faktor apa saja yang mempengaruhi ekosistem terumbu karang? 

Faktor-faktor lingkungan yang berperan dalam perkembangan ekosistem terumbu karang Ekosistem terumbu karang dapat berkembang dengan baik apabila kondisi lingkungan perairan mendukung pertumbuhan karang.
·        Suhu
Secara global, sebarang terumbu karang dunia dibatasi oleh permukaan laut yang isoterm pada suhu 20 °C, dan tidak ada terumbu karang yang berkembang di bawah suhu 18 °C. Terumbu karang tumbuh dan berkembang optimal pada perairan bersuhu rata-rata tahunan 23-25 °C, dan dapat menoleransi suhu sampai dengan 36-40 °C.
·        Salinitas
Terumbu karang hanya dapat hidup di perairan laut dengan salinitas normal 32¬35 ‰. Umumnya terumbu karang tidak berkembang di perairan laut yang mendapat limpasan air tawar teratur dari sungai besar, karena hal itu berarti penurunan salinitas. Contohnya di delta sungai Brantas (Jawa Timur). Di sisi lain, terumbu karang dapat berkembang di wilayah bersalinitas tinggi seperti Teluk Persia yang salinitasnya 42 %.
·        Cahaya dan kedalaman
Kedua faktor tersebut berperan penting untuk kelangsungan proses fotosintesis oleh zooxantellae yang terdapat di jaringan karang. Terumbu yang dibangun karang hermatipik dapat hidup di perairan dengan kedalaman maksimal 50-70 meter, dan umumnya berkembang di kedalaman 25 meter atau kurang. Titik kompensasi untuk karang hermatipik berkembang menjadi terumbu adalah pada kedalaman dengan intensitas cahaya 15-20% dari intensitas di permukaan.
·        Kecerahan
Faktor ini berhubungan dengan penetrasi cahaya. Kecerahan perairan tinggi berarti penetrasi cahaya yang tinggi dan ideal untuk memicu produktivitas perairan yang tinggi pula.
·        Paparan udara (aerial exposure)
Paparan udara terbuka merupakan faktor pembatas karena dapat mematikan jaringan hidup dan alga yang bersimbiosis di dalamnya.
·        Gelombang
Gelombang merupakan faktor pembatas karena gelombang yang terlalu besar dapat merusak struktur terumbu karang, contohnya gelombang tsunami. Namun demikian, umumnya terumbu karang lebih berkembang di daerah yang memiliki gelombang besar. Aksi gelombang juga dapat memberikan pasokan air segar, oksigen, plankton, dan membantu menghalangi terjadinya pengendapan pada koloni atau polip karang.
·        Arus
Faktor arus dapat berdampak baik atau buruk. Bersifat positif apabila membawa nutrien dan bahan-bahan organik yang diperlukan oleh karang dan zooxanthellae, sedangkan bersifat negatif apabila menyebabkan sedimentasi di perairan terumbu karang dan menutupi permukaan karang sehingga berakibat pada kematian karang.
Pertumbuhan karang dan perkembangan terumbu.
Berdasarkan fungsinya dalam pembentukan terumbu (hermatype-ahermatype) dan ada/tidaknya alga simbion (symbiotic-asymbiotic), maka karang terbagi menjadi empat kelompok berikut:
1. Hermatypes-symbionts. Kelompok ini terdiri dari anggota karang pembangun terumbu yaitu sebagian besar anggota Scleractinia (karang batu), Octocorallia (karang lunak) dan Hydrocorallia.
2. Hermatypes-asymbionts. Kelompok ini merupakan karang dengan pertumbuhan lambat yang dapat membentuk kerangka kapur masif tanpa bantuan zooxanthellae, sehingga mereka mampu untuk hidup di dalam perairan yang tidak ada cahaya. Di antara anggotanya adalah Scleractinia asimbiotik dengan genus Tubastrea dan Dendrophyllia, dan hydro-corals jenis Stylaster rosacea.
3. Ahermatypes-symbionts. Anggota kelompok ini antara lain dari genus Heteropsammia dan Diaseris (Scleractinia: Fungiidae) dan Leptoseris (Agaricidae) yang hidup dalam bentuk polip tunggal kecil atau koloni kecil sehingga tidak termasuk dalam pembangun terumbu. Kelompok ini juga terdiri dari Ordo Alcyonacea dan Gorgonacea yang mempunyai alga simbion namun bukan pembangun kerangka kapur masif (matriks terumbu).
4. Ahermatypes-asymbionts. Anggota kelompok ini antara lain terdiri dari genus Dendrophyllia dan Tubastrea (Ordo Scleractinia) yang mempunyai polip yang kecil. Termasuk juga dalam kelompok ini adalah kerabat karang batu dari Ordo Antipatharia dan Corallimorpha (Subkelas Hexacorallia) dan Subkelas Octocorallia asimbiotik.

Rabu, 19 Januari 2011

Sebuah cerita dari seorang anak kecil

Kecewa,mungkin itu lah yang dirasakan anak kecil itu.sebut saja dia boby.
Anak kecil yang masih duduk di taman kanak-kanak. Dia sangat menyayangi ibu nya. Apapun yang dia lakukan hanyalah untuk membahagiakan ibu nya. Sebagaimana kita menyayngi ibu kita sendiri. Sampai pada suatu saat IBU GURU di taman kanak-kanak itu menyuruh nya menggambar. Yang dimana gambar itu nanti nya harus di berikan kepada orang yang paling mereka sayangi. Lalu mulailah anak-anak di TK itu menggambar. Sampai pada saat waktu kepulangan mereka dari TK itu.

Boby sangat tidak sabar menunggu ibu nya menjemput. Maklum ibu boby adalah seorang wanita karir,dimana dia adalah tipikal seorang wanita yang sibuk. Sampai waktu yang di tunggu-tunggu tiba setelah boby iri melihat teman-teman yang lain. Dimana teman-temannya yang lain selalu di temani oleh ibunya masing-masing. Ibu nya pun datang lengkap dengan pakaian kantor nya yang rapi bak mentri keuangan sri mulyani.

Dengan seketika boby berlari ke arah ibu nya dan berteriak “ ibu,ibu,boby punya hadiah untuk ibu…” sambil menunjukan hasil gambarnya yaitu, berupa gambar seorang anak dan ibu sedang berjalan di tepi pantai pada saat matahari terbenam. Namun ibu nya hanya berkata “ ayo boby kita harus cepat pulang,ibu ada janji sama orang lain “ tanpa menggubris apa yang telah di bicarakan boby dengan sangat antusias sebelumnya.

Tentu saja boby merasa kecewa,dia hanya berharap ibunya dapat tersenyum atas apa yang telah di gambarnya. Anak kecil polos yang di suruh menggambar sesuatu oleh IBU GURU nya dan gambar itu di tujukan untuk orang yang paling dia sayangi. Memang apa yang di gambar boby tidaklah bagus atau indah. Tapi keindahan dari niat dan apa yang menjadi tujuannya ketika dia mulai menggores kan pensil gambar di atas kertas adalah merupakan hal yang lebih indah bahkan sangat indah dari sebuah gambar itu sendiri.

Boby tidak berharap ibunya dapat senang atas apa yang di lakukan untuk ibu nya. Tapi yang dia harapkan hanyalah sebuah senyuman dari orang yang paling dia sayangi. Hanyalah sebuah SENYUMAN. Terkadang, ketika kita sudah sangat menyayangi seseorang sepenuh hati, senyuman dari orang yang kita sayangi itu dapat membuat kita sangat senang tiada kentara.karena sebuah senyuman yang ikhlas tulus dari hati yang dapat mensejukkan hati.

BERSAMBUNG………….

terkadang aura positif memang berpengaruh terhadap perubahan

mungkin posting nya rada telat ni..tapi gak apa lah daripada tidak sama sekali..

Entah ada hubunganya atau tidak..emang itu lah yang dapat terlihat saat saya melihat performa inter Milan pada 4 pertandingan terakhir yang dimana semuanya di menangkan dengan sangat meyakinkan..seperti ketika saat membalikkan keadaan pada saat lawan Catania..

Mungkin aura positif yang di bawa pelatih baru Leonardo emang berpengaruh kepada para pemain yang mengalami krisis kepercayaan diri pada saat masa kepelatihan rafa benitez..bukan maksud membandingkan, tapi emang hasilnya begitu terasa.para pemain terlihat begitu menikmati permainaanya dan bermain lepas tanpa beban.

Semoga keberhasilan ini tidak hanya sampai 4 pertandingan ini saja..semoga terus berlanjut hingga akhir musim dan bahkan musim berikutnya..pertahankan gelar treble mu nerazzuri..

Jumat, 07 Januari 2011

sukses buat mu leonardo

bagi saya siapapun pelatihnya yang penting dia berdedikasi untuk berjuang d inter milan..forza internazionale..
kemenangan perdana inter milan di tangan arsitek baru leonardo..
semoga terus berlanjut dengan kemenangan yang selanjutnya..
kemenangan 3-1 atas napoly cukup mambangkitkan semangat para pemain juga para interisti untuk menghadapi kompetisi yang masih tersisa stngah musim..
forza il biscione!!!!!!